Mahlep adalah pohon dengan bunga putih yang dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter. Pohon ini tersebar luas di negara-negara Eropa dan Mediterania Timur. Di Turki, mahlep dibudidayakan di Tokat, Zile, Niksar, Amasya, Çorum, dan Mardin. Pohon ini juga dikenal dengan nama pohon idris, endirez, endürüz, keniro (Diyarbakır), pohon ceri wangi, melem, dan ceri liar. Untuk mendapatkan biji mahlep, buah yang matang dikupas dan dikeringkan di bawah sinar matahari; kemudian dilewatkan melalui silinder untuk memecah bijinya, dan setelah diayak, biji dipisahkan dari kulitnya. Mahlep merupakan salah satu produk ekspor Turki.
Area Penggunaan Mahlep
- Digunakan sebagai diuretik, untuk pencernaan, dan penguat tenaga.
- Karena aromanya, dapat membangkitkan nafsu makan dan menyegarkan pikiran.
- Jika dimakan dicampur dengan madu, dapat memberikan energi; digunakan untuk meningkatkan indra penciuman dan sebagai suplemen energi pada lansia.
- Dimakan dicampur dengan molase dan wijen dapat menambah berat badan.
- Di wilayah Tokat, dibuat menjadi marmalade. Digunakan untuk asma, bronkitis, batu ginjal; sebagai peningkat gairah seksual, penguat hati, dan melawan pembesaran prostat.
- Digunakan bersama wijen pada simit kandil (roti Turki berbentuk cincin).
- Di kalangan masyarakat, juga digunakan untuk penyakit diabetes.
- Biji-bijiannya ditumbuk dan digunakan sebagai rempah-rempah.
- Terutama ditambahkan ke dalam kue, roti bundar, dan kue kering; digunakan sekitar satu sendok makan untuk satu kilogram tepung.
- Digunakan dalam industri minuman keras. Pohon, ranting, dan kulitnya beraroma harum karena mengandung kumarin. Juga digunakan dalam industri parfum, sedangkan minyaknya digunakan dalam industri cat.