Kurma, sangat kaya akan fruktosa, gula buah yang memberikan banyak energi gerak dan panas bagi tubuh manusia. Berbeda dengan glukosa yang dengan cepat meningkatkan gula darah, fruktosa adalah sumber energi yang jauh lebih aman, terutama bagi penderita diabetes. Kurma juga mengandung serat, lemak, protein, natrium, kalium, kalsium, magnesium, besi, belerang, fosfor, dan klor; serta mengandung vitamin A, betakaroten, vitamin B1, B2, B3, dan B6.

Asam Folat dan Kehamilan

Kurma adalah sumber kaya asam folat (vitamin B9) yang dibutuhkan wanita selama kehamilan. Asam folat memegang peran kritis dalam pembentukan sel darah baru, sintesis asam amino, dan regenerasi sel. Kebutuhan asam folat selama kehamilan meningkat dua kali lipat; jika kekurangan, akan terbentuk sel darah merah yang lebih besar dari normal namun tidak berfungsi, sehingga muncul gejala anemia. Kekuatan gizi kurma sebagian juga berasal dari struktur mineralnya yang seimbang.

Kalium

Mual berkepanjangan dan reaksi fisik yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan kekurangan kalium. Kalium yang banyak terdapat dalam kurma; menjaga keseimbangan air dalam tubuh, membantu mengangkut oksigen ke otak sehingga memungkinkan berpikir jernih, merangsang ginjal untuk membuang limbah beracun, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan mendukung pembentukan kulit yang sehat.

Besi

Besi yang terkandung dalam kurma mendukung sintesis hemoglobin dalam sel darah merah; mencegah anemia selama kehamilan dan menjaga keseimbangan sel darah merah yang vital untuk perkembangan bayi. Seseorang hanya perlu makan 15 butir kurma per hari untuk memenuhi kebutuhan besi tubuhnya.

Kalsium dan Fosfor

Kurma juga kaya akan kalsium dan fosfor yang sangat penting untuk pembentukan kerangka dan keseimbangan struktur tulang. Unsur-unsur ini memberikan perlindungan terhadap kelemahan tulang dan membantu mengurangi penyakit tulang.

Vitamin B dan Magnesium

Ilmuwan menyoroti efek kurma dalam meredakan stres dan ketegangan. Penelitian para ahli dari Universitas Berkeley mengungkapkan bahwa vitamin B6 yang memperkuat saraf dan magnesium yang memainkan peran penting dalam kerja otot ditemukan dalam jumlah tinggi pada kurma. Kebutuhan magnesium tubuh dapat dipenuhi dengan makan 2-3 butir kurma per hari.

Dengan kandungan vitamin B1, kurma memudahkan sistem saraf bekerja dengan sehat; membantu mengubah karbohidrat menjadi energi. Dengan vitamin B2, kurma juga mendukung pembakaran protein, karbohidrat, dan lemak untuk produksi energi dan regenerasi sel.

Vitamin A, Betakaroten, dan Protein

Kebutuhan akan vitamin A meningkat selama kehamilan; vitamin A dalam kurma meningkatkan daya penglihatan dan ketahanan tubuh, serta memperkuat tulang dan gigi. Sementara betakaroten memiliki sifat pencegah kanker dengan mengendalikan radikal bebas yang menyerang sel.

Berbeda dengan kebanyakan buah lainnya, kurma juga mengandung protein. Berkat sifat ini, kurma melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi, meregenerasi sel, dan menyeimbangkan cairan tubuh.