Apa itu Vitamin E dan Dalam Makanan Apa Saja Ditemukan?

Ditemukan pada tahun 1922 dan dikenal dengan efek antioksidannya, vitamin E (tokoferol) memiliki efek protektif terhadap beberapa kanker dan penyakit jantung. Ada delapan tokoferol berbeda, namun yang paling efektif adalah alfa tokoferol.

Ditemukan dalam jumlah besar terutama pada sereal, serta sayuran hijau seperti bayam, labu, kubis, selada. Pada manusia, disimpan di jaringan lemak selain hati, ginjal, jantung, otot, dan korteks kelenjar adrenal. Kelebihan bagiannya dikeluarkan melalui urin dan feses. Menunjukkan sifat antioksidan. Kekurangan vitamin E sangat jarang terjadi dan muncul dalam bentuk anemia.

Alfa Tokoferol (Vitamin E)

Dalam vitamin E terdapat alfa, beta, gama, dan delta tokoferol. Di antaranya, khususnya alfa tokoferol adalah antioksidan penting.

Banyak ditemukan pada sereal seperti gandum, jagung, millet, beras. Selain itu, ditemukan dalam minyak seperti minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak kapas, kacang-kacangan seperti kenari, almond dan kacang tanah, serta sayuran hijau.

Vitamin E tahan terhadap pemasakan dan panas; sehingga tidak sepenuhnya hancur selama proses memasak. Namun, vitamin E juga rusak selama penggorengan dan penggilingan sereal. Oleh karena itu, lebih sehat memasak produk yang mengandung vitamin E tanpa menggorengnya dalam minyak dan mengonsumsi produk sereal yang tidak diputihkan.

Vitamin E Ditemukan Dalam Makanan Apa Saja?

Vitamin E ditemukan dalam makanan seperti spirulina, minyak nabati, brokoli, hazelnut, pistachio, kacang polong, buah-buahan kering, biji labu dan minyaknya, almond, germ gandum, wijen dan minyak wijen, minyak zaitun, minyak jagung, minyak bunga matahari, germ gandum, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, beras merah, oatmeal, susu, telur, kedelai, biji rami, alpukat, dan tahini.

Apa Saja Manfaat Vitamin E?

  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu dalam perlindungan dari kanker.
  • Melindungi kulit dari efek berbahaya matahari.
  • Dengan sifat antioksidannya, bersifat protektif terhadap radikal bebas.
  • Memiliki sifat mengurangi efek negatif zat beracun.
  • Memiliki efektivitas dalam perkembangan dan proliferasi sel darah merah.
  • Mengurangi risiko jantung; melindungi dan memperkuat pembuluh darah.
  • Memperkuat sirkulasi darah.
  • Memiliki efek pencegahan katarak.
  • Memiliki efek pencegahan masalah memori terkait penuaan.
  • Penting untuk kesehatan rambut dan kulit.

Dalam penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, ditemukan bahwa asupan vitamin E harian mengurangi kemungkinan penyakit jantung sebesar 40 persen.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika, terlihat bahwa penggunaan vitamin E secara signifikan mengurangi oksidasi kolesterol jahat. Juga dikatakan bahwa mengonsumsi 60 gram pistachio per hari dengan vitamin E yang dikandungnya mungkin cukup untuk perlindungan dari kanker.

Risiko Apa yang Terjadi Jika Kekurangan Vitamin E?

Kekurangan vitamin E meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti jantung dan kanker. Keluhan seperti kelelahan, anemia, dan gangguan konsentrasi dapat terjadi.

Perokok dan pengguna pil KB berisiko kekurangan vitamin E. Kekurangan terlihat pada sirosis, fibrosis kistik, dan insufisiensi pankreas.

Penggunaan vitamin E berlebihan dapat menyebabkan mual dan muntah.

Peringatan dan Dosis Harian

Selenium melindungi vitamin E. Vitamin E menjadi lebih efektif bersama selenium. Juga betakaroten dan seng meningkatkan efektivitas vitamin E.

Tidak boleh dikonsumsi bersama obat pengencer darah. Mereka yang kekurangan vitamin K juga tidak boleh menggunakannya. Suplementasi sintetis dapat menyebabkan kanker.

Minyak biji labu memiliki vitamin E yang cukup untuk perlindungan dari prostat. Sumber vitamin E seperti ara, kenari, telur, dan germ gandum sangat banyak. Sumber vitamin E tertinggi adalah minyak gandum.

SumberVitamin E
Minyak gandum174 mg
Minyak kenari5.8 mg
Kacang tanah9.2 mg
Minyak aprikot4.18 mg
Mentega2 mg
Biji bunga matahari21 mg
Biji anggur32 mg
Pistachio5.2 mg
Hazelnut25 mg
Almond25 mg

(Tidak boleh dilihat sendiri dari segi vitamin E; misalnya, kenari juga mengandung vitamin dan mineral berharga lainnya. Nilai-nilai ini berlaku untuk cold press yang tidak mengalami perlakuan panas.)

Dosis Harian Vitamin E: Bayi 5-6 mg, usia 4-11 tahun 8-10 mg, dewasa dapat mengonsumsi hingga 15 mg.