Hari ini, 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Pada hari ini, perempuan mengadakan atau menjadi sasaran berbagai kegiatan seperti konferensi, demonstrasi, dan hiburan. Solidaritas antar perempuan dan harapan perempuan dari masyarakat disorot.

Ide adanya hari khusus perempuan pertama kali muncul dan disetujui dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional yang diadakan di Kopenhagen pada 26-27 Agustus 1910.

Tanggal 8 Maret ditetapkan oleh Konferensi Perempuan Internasional ke-3 yang diselenggarakan di Moskow pada tahun 1921.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima peringatan Hari Perempuan Internasional pada tanggal 8 Maret pada tahun 1977.

Informasi Menarik

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa;

  1. 66% pekerjaan di dunia dilakukan oleh perempuan.
  2. Namun perempuan hanya memiliki 10% dari total pendapatan dunia.
  3. Mereka hanya memiliki 1% dari kekayaan dunia.
  4. Laki-laki memiliki 90% dari total pendapatan dunia dan 99% dari kekayaan dunia.

Angka dari Turki

  1. 18% perempuan menikah di kota-kota dan 76% di desa-desa dipukul oleh pasangan mereka.
  2. 57,7% perempuan mengalami kekerasan pada hari pertama pernikahan mereka.
  3. 90% kejahatan dalam rumah tangga merupakan kejahatan terhadap perempuan.

Dari Masa Lalu hingga Kini “Hari Perempuan”

Hari Perempuan Internasional pertama kali muncul pada abad ke-19, ketika perempuan pekerja pabrik tekstil mogok untuk mendapatkan kondisi kerja yang lebih baik, lalu dikurung di pabrik dan kebakaran menyebabkan 129 pekerja perempuan terbakar hingga meninggal.

Akhirnya, pada 8 Maret 1908, mereka mogok sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan hak mereka. Majikan menyusup dengan kejam ke dalam mogok dan mengurung perempuan yang mogok di gedung pabrik.

Sedikit saja perempuan pekerja yang berada di dalam pabrik berhasil melarikan diri. 129 pekerja perempuan terbakar hingga meninggal.

Hari Perempuan 8 Maret di Turki

Pada tahun 1921, 8 Maret pertama kali dirayakan sebagai “Hari Perempuan Pekerja”, dan pada tahun 1975 dirayakan secara lebih luas serta dibawa ke jalanan.

Setelah kudeta militer tahun 1980, 8 Maret tidak diperingati selama empat tahun. Sejak 1984, berbagai organisasi perempuan mulai merayakan Hari Perempuan Internasional setiap tahun.